Bismillahirohmanirrohim…

 

Ekonomi dunia yg masih dalam proses pemulihan pasca krisis global 2008 sekarang terpukul krisis hutang yg semakin mendera di Kawasan Euro. Dengan akar krisis yg bersifat struktural dan tingginya ketidakpastian akibat upaya recovery yg berlarut-larut, krisis hutang di negara-negara periferal Kawasan Euro kini mulai menjalar ke negara negara core kawasan seperti Jerman dan Perancis melalui  kenaikan  yield obligasi, proses bank deleveraging dan dampak konsolidasi fiskal negara negara kawasan. Ketidakpastian dipasar keuangan global yg di timbulkannya perlambatan ekonomi kawasan ini selanjutnya tidak hanya menekan ekonomi negara negara maju yg memang masih rentan namun juga mulai berdampak pada kinerja ekonomi negara negara emerging yg tadinya diayakini imun dari krisis Eropa.

Akar krisis hutang Kawasan Euro yg bersifat struktural sebagian merupakan imbas dari pembentukan  monetary union itu sendiri. Kestabilan dan kredibilitas yg di peroleh monetary union  telah melahirkan intensif yg salah, yaitu ketika sovefign debts dapat di terbikan secara mudah oleh negara-negara berdaya saing  rendah dan memiliki masalah  struktural ekonomi.  Keterikatan dengan kawasan juga membuat negara negara secara struktural tidak sehat tersebut  kehiangan kemampuan untuk melakukan langkah penyesuaian baik sebelum maupun selama krisis.

Perkembangan yg tidak kalah menarik, di tengah krisis hutang Kawasan Euro dan pemangkasan rating sovereign sejumlah negara kawasan tersebut, Indonesia justru memperoleh kembali peringkat investment grade dari lembaga rating internasional Fitch setelah 14 tahun menanti dan bekerja keras. Peningkatan rating itu menunjukan bahwa meskipun krisis ekonomi dan keuangan tengah menghantam negara negara maju dan emerging, ketahanan fundamental ekonomi Indonesia masih dapat di pertahankan. Stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan juga tetap terjaga. Namun, meski berdampak positif pada penurunan biaya dana bagi pemerintah dan swasta Indonesia, Pemerintah swasta Indonesia harus senantias melakukan pengelolaan hutang luar negeri secara berhati hati dan menghindari keterlenaan (complacency) yg di tengarai justru menjadi akar krisis hutang di Kawasan Euro akhir akhir ini.

About f4dhillah

selalu berfikir positif tentang masa depan....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s