PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI TAHU SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN UKM

 

 

Dampak negatif dari industrialisasi dan pertambahan penduduk yang terus meningkat disertai intensitas kegiatannya yang kian tinggi adalah semakin berkurangnya lahan hijau dan bertambahnya limbah. Limbah pun akhirnya menjadi salah satu lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Pada dasarnya, limbah merupakan bahanyang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

Salah satu jenis industri yang menjadi sumber mata pencaharian bagisebagian masyarakat adalah industri pembuatan tahu dan tahu merupakan makanan tradisional yang sudah lama merakyat di negara Indonesia. Namun demikian seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi, maka usaha tersebut akan selalumemberikan dampak berupa limbah. Limbah tahu adalah limbah yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan cair.

  1. 1.      Limbah dan pemanfaatannya

Mendengar kata limbah, bayangan orang tertuju pada barang sisa, buangan, kotor, dan mencemari lingkungan. Karenanya, wajar jika kita selalu berusaha menjauhkan limbah dari rumah dan lingkungan kita. Namun, ini bukan berarti bahwa kita semua telah melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik dan benar. Masih banyak orang bahkan industri yang membuang limbahnya sembarangan. Secara garis besar, limbah dapat dibedakan menjadi tiga jenis,

 Pertama, limbah organik, terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan, peternakan, rumah tangga, industri dll., yang secara alami mudah terurai (oleh aktivitas mikro organisme).

 Kedua, limbah anorganik, berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau hasil samping proses industri. Limbah anorganik tidak mudah hancur/lapuk. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan bahkan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama.

Ketiga, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), merupakan sisa suatu usaha yang mengandung bahan berbahaya/beracun, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan dan membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia, serta makhluk hidup lainnya. (http://www.sinarharapan.co.id)

 

 

  1. 2.      Limbah padat tahu

Usaha pembuatan tahu tidak lepas dari limbah yang ditimbulkan.Limbah tersebut bila dikelola dengan baik akan dapat bermanfaat, bahkanmemberikan nilai tambah (pendapatan). Limbah padat (ampas tahu) merupakan hasil sisa perasan bubur kedelai. Ampas ini mempunyai sifat cepat basi dan berbau tidak sedap kalau tidak segera ditangani dengan cepat. Ampas tahu akan mulai menimbulkan bau yang tidak sedap 12 jam setelah dihasilkan.

 

 

 

  1. 3.      Penelitian tentang limbah tahu.

Menurut Sawono & Yan Pieter Saragih (2004) ampas tahu masihmemiliki kadar protein yang cukup yaitu sekitar 5 %, namun demikian untuk meningkatkan kualitas kecap yang dihasilkan yaitu yang berkaitan dengan kadar  protein pada kecap, maka dapat dilakukan upaya dengan penambahan bahan baku lain yang termasuk dalam sumber protein. Jadi bahan baku pembuatan kecap dilakukan dengan melakukan kombinasi dengan bahan lain yangdifermentasi dengan tujuan untuk meningkatkan kadar protein hasil akhir (kecapampas tahu yang dihasilkan).

  1. 4.      Kecap.
  2. a.  Jenis Kecap

Kecap dapat dibedakan menjadi beberapa macam, tergantung pada parameter yang digunakan untuk membedakannya.

Berdasarkan cita rasa.

Ditinjau dari cita rasanya, kecap dapat dibedakan menjadi duamacam, yaitu kecap asin (encer) dan manis (kental) yang masing-masing memiliki manfaat tersendiri, baik sebagai penyempurna cita rasa dan aroma makanan ataupun masakan olahan.

Berdasarkan jenis prosesnya

Berdasarkan jenis prosesnya, dibedakan tiga jenis kecap :

1. Kecap hasil proses fermentasi

Melalui cara fermentasi akan dihasilkan kecap tradisional yang memiliki cita rasa yang khas. Proses fermentasi merupakan suatu perubahan yang terjadi terhadap bahan pangan yang disebabkan oleh aktivitas mikrobia jenis tertentu yang memiliki kemampuan yang sesuaisehingga keadaan bahan menjadi berubah sama sekali.

2. Kecap hasil proses hidrolisis

Dengan proses hidrolisis, akan dihasilkan jenis kecap yang dikenal sebagai kecap modern. Kecap modern ini dapat dibuat dalam  waktu yang singkat (cepat), namun tidak memiliki cita rasa yang khas,sehingga kurang disukai oleh konsumen

3. Kecap Hasil Proses Fisis/pencampuran.

Dengan proses pencampuran, dalam waktu singkat akan dapat dihasilkan kecap dengan kondisi yang dapat diatur.

Standar Kualitas Kecap

Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam Standar Industri Indonesia (SII)

Kualitas kecap ditentukan oleh kadar/kandungan proteinnya. Kadar  protein di dalam kecap tergantung pada jumlah unsur N pada kedelai yang terurai. Jumlah unsur N yang terurai akan semakin tinggi apabila kelapukan kedelai yang dicapai pada saat fermentasi I semakin sempurna. Jumlah unsur N yang terurai akan terlarut semakin banyak apabila fermentasi tahap II semakin lama.

Kecap ampas tahu

Ampas (sisa) padat pengolahan tahu dapat diolah menjadi kecap.Kandungan protein dalam ampas tahu masih sekitar 5%, sehingga memungkinkan untuk dibuat kecap karena mikroorganisme penghasil enzim pemecah substrat masih dapat berkembang biak dengan baik. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan kecap kedelai. Kecap yang dihasilkan dari ampas tahu sulit dibedakan aroma, rasa, dan warnanya dari kecap kedelai.

Kandungan protein kecap ampas tahu dan cara meningkatkannya

Sebagai bahan makanan, idealnya harus mempunyai kandungan gizi yang memadai. Tanpa penambahan bahan sumber protein potensial, kecap ampas tahu ini masih bermutu rendah. Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kandungan proteinnya. Salah satunya dengan melakukan kombinasi bahan baku yang digunakan, misalkan dengan menambahkan beberapa macam tepung tempe.

Kadar protein yang ada dalam bahan baku akan mempengaruhi kadar  protein dalam kecap yang dihasilkan.

Karakteristik Kecap

Kecap yang berkualitas memiliki persyaratan tertentu, baik yang ditentukan oleh SII maupun persyaratan yang ditentukan oleh konsumen.Karakteristik kecap antara lain: (1) kadar protein terlarut, (2) Kekentalan (viskositas), (3) warna coklat kehitam-hitaman.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.menlh.go.id.

 Limbah industri pangan

. Asisten Deputi V urusan limbahusaha kecil. Data diambil tanggal 10 Maret 2006

 

http://end-akfar.blogspot.com/ 

 Penetapan kekentalan (viskositas

).20 April 2007. Datadiambil tanggal 26 Oktober 2007.

 

http://id.wikipedia.org 

. Kecap

. Data diambil tanggl 26 Oktober 2007.

About f4dhillah

selalu berfikir positif tentang masa depan....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s